Sunday, December 27, 2015

One Fine Day With Bengawan Solo Coffee

Sabtu, 28 November 2015 saya mendapatkan undangan dari Openrice untuk hadir dalam acara “ONE FINE DAY With Bengawan Solo Coffee" di unitnya yang berada di Kota Kasablanka. Hal yang sangat familiar bagi saya karena hampir setiap hari melewati dan mampir di Kota Kasablanka. Head Office perusahaan saya beraktifitas berada di area ini. Serta operasional office tempat saya beraktifitas hanya beberapa meter dari ITC Kuningan, dimana terletak retail pertama dari Bengawan Solo yang beroperasi sejak Mei 2003. Seringkali saya mampir membeli minuman di outlet ini, bahkan saya pernah menceritakan di SINI.
Awal dibukanya Bengawan Solo Coffee memiliki konsep ‘take away concept’ dengan model push cart yang kemudian berkembang menjadi in line store dan island store. Line Store dan Island Store memungkinkan pelayanan yang lebih maksimal karena konsumen dapat duduk santai, membicarakan bisnis/pekerjaan atau kegiatan lainnya. Contohnya seperti yang saya lakukan ketika mewawancarai seorang Coffee Conoisseur di Bengawan Solo Coffee ITC Kuningan. Ditambah dengan fasilitas free WiFi tentunya sangat membantu konsumen dalam browsing atau berkomunikasi melalui jaringan internet. Konsep ini terus berkembang dalam proses mencapai tujuan menjadi nomor satu. Bengawan Solo Coffee ingin menjadi Kedai Kopi yang diingat karena konsumennya yang selalu rindu dengan suasana dan rasa dari racikan kedai kopi asli Indonesia. Banyaknya pesaing menjadi Bengawan Solo Coffee harus cermat dalam menjalankan bisnis kopi dengan strategi pemasaran.
Pada hari event diselenggarakannya Openrice Gathering ‘One Fine Day with Bengawan Solo Coffee’ saya tiba 1 jam lebih cepat dari jadwal acara karena saya baru selesai Yoga di salah satu gym yang tidak jauh dari Kokas. Panitia dari Bengawan Solo Coffee sedang mempersiapkan tempat acara. Saya memanfaatkan free wifi yang tersedia disana. Begitu meja registrasi dibuka, saya langsung mendaftar ulang dan mendapatkan goodiebag beserta kartu menu. Saya memesan dalam jajaran Ice-Blended Java Avocado (Traditional and Flavorfull), kemudian duduk di area lokasi acara. 

Minuman dan cemilan saya saat One Fine Day BengSol & Openricer
Tak lama kemudian hadir undangan yang diantaranya influencer media sosial dan para lifestyle dan food blogger yang sudah saya kenal di berbagai event. Acara ONE FINE DAY diadakan oleh BSC bermitra dengan Bank Danamon, Openrice, Dilmah, Ruby Coffee Machine, Greemfield, Fairy & Square, Diamond dan Mal Kota Kasablanka.

Persiapan 3D Latte Art
Berbagai acara dipersembahkan oleh Bengawan Solo Coffee, diantaranya kompetisi nge-tweet tercepat, Instagram Photo dan mini tutorial 3D latte art serta kompetisi latte art logo BSC secara berkelompok. Cihuynya nih, saya memenangkan “Instagram Photo Competition”...yeaay, dapet deh voucher ngombe kopi senilai Rp 100.000 dan sebuah mug. Voucher-nya bermanfaat sekali loh, karena saya termasuk “Hard Coffee Drinker”! Dalam 1 minggu saya bisa berkunjung ke kedai kopi 2-3 kali, dan Bengawan Solo Coffee memang termasuk yang jadi favorit saya dalam ngombe kopi. 

Ini foto saya yang menang Instagram Photo Competition "One Fine Day"
Sejak dahulu saya memang penggemar kopi, ketika belajar di Belanda dan Selandia Baru saya seringkali menikmati kopi di berbagai kedai kopi yang ada di hampir setiap sudut public area disana. Keharuman kopi laksana aromatherapi bagi saya selama belajar. Yup, seringkali di sudut toko buku terdapat kedai kopi yang aroma-nya menyerbak ke penjuru toko. Kini lifestyle itu telah berkembang di Indonesia, tentunya sebagai gerai kopi asli Indonesia BSC harus terus melakukan ekspansi agar kopi dan kedai kopi-nya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan menjajah produksinya ke luar negeri. Pasti bisa dong dengan dukungan penggemar kopi di tanah air, Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ke-empat di dunia loh!

Bengawan Solo Coffee Kota Kasablanka : Terletak di Food Society. Selain di dalam store-nya, kita juga dapat ngombe kopi dan menikmati kudapan di ruang luar depan store. Di sini-lah yang dijadikan lokasi penyelenggaraan acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee

Sebagian hampers for BengSol "One Fine Day"

Setelah acara "One Fine Day with Bengawan Solo Coffee" usai, inilah beberapa kunjungan saya ke BSC lainnya. Sebagian dari 50 cabang BSC yang tersebar di Indonesia. Yuuk ah, mari majukan usaha lokal...mari dukung kopi Indonesia untuk go international. Setidaknya mari kita jadikan kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri!

Bengawan Solo Coffee Pacific Place : Usai menghadiri MarkPlus Conference di Ritz Carlton Hotel tanggal 10 December 2015 saya menyempatkan diri turun ke lantai bawah untuk minum kopi di BSC Pacific Place. Outlet ini tidak besar, tetapi mudah di temukan karena dekat dengan eskalator dan traffic pengunjung Pacific Place yang masuk melalui jalur pejalan kaki. Saya bermaksud ngopi-ngopi sambil mengedit beberapa foto dan tulisan secara online. Sayangnya saat itu BSC PP wifi-nya tidak lancar. Saya melihat sekeliling meja dan kursi yang ada di BSC tampak penuh...hahaha, saya tahu diri-lah nggak berlama-lama nongkrong...hihihi, curiga kalau modem wifi-nya dimatikan deh supaya saya beranjak pergi.... 

Meja mungil di BSC Pasific Place. Unik dengan bertabur biji-bijian kopi dilapisi kaca


Crispy Brownies di BSC Pacific Place
Bengawan Solo Coffee Kelapa Gading Mall : Lokasinya di lantai 3 antara Food Temptation dan Gading XXI. Sederetan dengan beberapa F & B stores lainnya. Ada ruangan yang dibatasi kaca dengan ruang lainnya. Oke banget kalau kita mau ngombe kopi dengan ketenangan khusus sambil ber-wifi ria atau jika bermaksud meeting dengan suasana lebih privacy. Ketika saya kesana bersama kakak (Saya memesan Hazelnut Latte) wifi-nya lancar dan petugas-nya ramah.

Ruang dalam BSC Mall Kelapa Gading
Bengawan Solo Coffee La Piazza Kelapa Gading : Lokasinya di pintu masuk depan Taman Jogging, non-AC karena di ruangan terbuka. Anginnya lumayan kencang waktu saya ke sana sehingga tissue beterbangan dari meja saya...hehehe...tapi asyik-lah, serasa ngopi di pantai. Apalagi ada free wifi. Penasaran dengan “Java Ramen” akhirnya saya memesan makanan yang identik dengan masakan Jepang ini di BSC La Piazza Kelapa Gading. Ternyata ini adalah mie instan yang diberi ekstra bumbu serta di tambahi telor asin. Terpuaskanlah rasa keingin tahuan saya terhadap “Java Ramen” versi Bengawan Solo Coffee.

Java Ramen dan Original Poppucino pengisi sore...
Bengawan Solo Coffee Mall of Indonesia (MOI) : Minggu, 27 Desember 2015 tiba-tiba saya ingin ngombe kopi . 4 hari berturut-turut libur dan 3 hari sudah beraktifitas liburan bersama kerabat dan teman, maka sekarang saya ingin menikmati ‘me time’. Langsung saya menuju MOI di kawasan Kelapa Gading. BSC MOI berada di salah satu sudut di wahana bermain anak-anak. Siang menjelang sore saya kesana suasana sangat ramai di sekitar BSC, maklumlah liburan, namun saya bisa dengan asyik menikmati Hazelnut Latte sambil mengirim berbagai pesan dan foto melalui aplikasi chatting dan email ke My Lovely di luar negeri. Di BSC MOI wifi-nya luaaannncaaarr....
BSC Mall Of Indonesia (MOI) Kelapa Gading

WIFI dan Media Social
Dari tadi saya begitu perhatian dengan wifi masing-masing BSC yach? Hehehe, beginilah orang yang menjalankan LDR. Jadi merupakan hal penting jika memilih suatu tempat tongkrongan yang wifi-nya lancar. Kelihatannya mojok dan ngombe kopi sendirian, padahal sebenarnya lagi “pacaran” dengan pasangan yang berada ribuan kilometer. Dengan adanya wifi di sebuah tempat tongkrongan – menurut saya hal tersebut juga merupakan strategi marketing bagi industri hospitality. Yaa, asal konsumennya sadar diri deh, jangan hanya pesan 1 minuman tetapi nongkrong dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Sesuai dengan perkembangan jaman pula maka BSC mulai merambah media sosial. Dalam media sosial BSC mem-branding dengan istilah Bengsol. Bengsol memiliki beberapa account di dunia media sosial, yakni di : Facebook (Bengawan Solo Coffee Indonesia) yang memiliki follower hampir 5000 orang, Twitter (@bengsol_id) dengan follower yang juga lebih dari 5000 dan Instagram (@bengawansolocoffeeindonesia) yang baru dikembangkan di bulan September 2015 memiliki follower 200-an orang.

PROGRAM PROMO Bengawan Solo Coffee
Untuk berkembangnya ke arah lebih baik, Bengawan Solo Coffee mengajak berbagai mitra untuk melebarkan jaringan dan merambah media sosial. Di dunia perbankan BSC bekerjasama dengan Bank DANAMON sejak 2012. Program unggulan bersama yang ditunggu adalah program COFFEE FOR FREE, yakni BSC dan Danamon memberikan kesempatan kepada pemilik kartu kredit dan debit Danamon untuk mengambil lucky card yang dapat memberikan diskon sampai 100% !!! Woooww...! Tahun 2015 program ini berlaku pada bulan Desember 2015.
Lantas masih ada promosi lainkan yang akan berlangsung??? Yes, mengingat program kerjasama dengan Danamon berkelanjutan sejak 2012 maka harapan kita sebagai “tukang ngombe kopi” tentunya berharap tahun 2016 program promo ini terus berlangsung. Selain itu program promo lainnya adalah bagi pemilik Bengawan Solo Coffee Card (Disingkat : BSCC) yang telah memiliki anggota lebih dari 1,500. BSCC holder (seperti saya) akan mendapatkan promo diskon sepanjang tahun sebesar 10% untuk reguler minuman, Buy 1 Get 1 setiap tanggal 18 (Merupakan tanggal lahir BSC) dan di tahun 2016 (Sampai April 2016) akan berlangsung promo : Ngombe Bareng (1-31 January 2016 mendapat diskon minuman 30% jika member membawa teman untuk kongkow setiap hari Senin-Selasa dengan minimal transaksi Rp 150,000) . Free Upsize (1-29 February 2016 yang berlaku hari Senen untuk beberapa minuman). Early Bird Tuesday (7 – 31 Maret 2016 , jadilah 10 konsumen tercepat di hari Selasa, maka setiap pembelian di BSC akan mendapatkan crispy brownies dengan gratis). Ladies Month (1 – 31 April 2016, dari namanya sudah dapat di terka bahwa promo ini diperuntukkan bagi wanita. Yes, konsumen wanita akan mendapatkan diskon 20% minuman setiap hari Rabu).

Menu Yang Tersedia di Bengawan Solo Coffee
Premium Coffee : Americano, Black Coffee, Coffee Tareek, Cappucino, Caffee Latte, Vanilla Latte, Hazelnut Latte, Caramel Macchiato, Caffe Mocha.
Non Coffee : Milk, Assorted Tea Line, Tea Tareek, Deluxe Chocolate, Blossom Tea.
Ice Blended : Original Poppucino, Cookies ‘n Cream, Java Avocado, The Ultimate, Brande Cookies, Kyoto Green Tea.
Camilan Ndoro : Pisang Goreng, Sate Pisang, Singkong Goreng, Risol, Pastel.
*** Minuman memiliki 3 Size, yakni : Alit, Sedeng, Ageng.

Berbagai ukuran minuman yang tersedia di BSC


Salam Ngombe Kopi,

Anna R Nawaning S - Openrice/Opensnap : balqis57 - Instagram/Twitter : @balqis57 - Email : balqis57@yahoo.co.nz


Tuesday, December 1, 2015

Openrice Gathering : Kitchenette Puri Indah Jakarta Barat


Openrice mengadakan kembali gathering untuk foodblogger, dan 21 November 2015 gathering tersebut bekerjasama dan diselenggarakan di Kitchenette Mal Puri Indah. Jauh dari rumah saya di Jakarta Timur, tetapi belasan tahun yang lalu saya seringkali nge-date dengan teman dekat yang penerbang dan lagi barang dagangan saya – apartment St.Moritz terletak di area ini sehingga bukan hal yang asing-lah untuk jalan-jalan di Puri Indah. Terakhir ke Mal Puri Indah sudah hampir 2 tahun lalu dalam tugas dari tempat bekerja. Jarang-jarang khan ke Puri Indah, makanya begitu ada event gathering disini saya memutuskan untuk datang – apalagi resto-nya adalah Kitchenette dari Ismaya Group, yang kondang di jagad kuliner Indonesia (khususnya di kota metropolitan).
Tiba di lokasi waiter langsung menawarkan saya minuman. Saya duduk di meja ke-2 masih berdua dengan Mas Faizin yang ternyata rumahnya di Matraman Jakarta Timur (Deketan kita...). Openricer/Foodblogger dipersilakan memili 4 minuman yang disediakan, yakni : Lemon & Mint, Lychee Elixirs, Lychee Sensation Smoothies dan Grandpa Luigi’s Ice Coffee. Walaupun ketika kanak-kanak di rumah sering tersedia buah lychee, tetapi saya bukanlah penggemar lychee karena menurut saya buah ini terlalu manis. Siang itu-pun saya memesan : Grandpa Luigi’s Ice Coffee yang dari nama-nya aja sudah terdengar lucuk!

Saya siap menikmati "Grandpa Luigi's Iced Coffee"

Cooking Demo and Crepes Decoration Competition
Setelah acara dibuka oleh pihak Openrice dan Nyonya rumah, kami dipersilakan menyaksikan (Lebih tepatnya meliput) pembuatan crepes yang juga menjadi menu unggulan resto ini – namanya juga khan : Kitchenette Restaurant – Creperie. Open kitchen terletak di samping meja kami, dan Chef men-demo-kan 2 menu crepes, salah satu-nya yang paling saya perhatikan adalah : Marie-Lou Crepe. Hayah, kenapa jadi inget nama pacarnya Superman sih?!

Konsep "open kitchen" - Bersih pastinya :)

Setelah demo oleh chef selesai, Openricers/Foodbloggers ditugaskan memotret dan posting crepe tersebut ke Instagram kemudian 5 peserta tercepat posting dipersilakan untuk mengikuti Crepes Decoration Competition. Saya menjadi salah satu dari 5 peserta tersebut.

5 Peserta siap nge-decor crepes (Foto : Openrice)
Crepe bikininan saya siap disantap, tapi akhirnya saya bawa pulang sih dan dimakan di rumah :)
Lantas hasil dari kompetisi ini bagaimana? Yeaaay, saya menjadi Juara 2 dan mendapatkan hadiah voucher makan di Kitchenette! Hihihi, ngedekor-nya membayangkan wajah My Lovely, bibirnya menggunakan buah kiwi – mengingatkan My Lovely di negeri Kiwi...hiihihihi...

Saat penyerahan hadiah bersama pihak Kitchenette

Foto, Foto and Eat
Berbagai menu disajikan kepada Foodblogers. Tetapi teteeeup ya,Bo’, yang namanya foodblogger tuh pantang makan sebelum makanannya di foto. Makanan di foto dari berbagai sudut, sedangkan makanannya diicip-icip manis gitu. Makanan yang disajikan banyak, "nggak umum" dan mengenyangkan! Intip nih ....

Appetizers

SPAM fries turkey with sriracha mayo

“Nacho style” crispy patato chips with chilli con carne & jalapenos

Fresh kale salad with goat cheese, red beans, corn, cucumber & french vinaigrette dressing


Main Course
Kitchenette fish & chips with spicy coleslaw & lemon dill tartar sauce


Spaghetti with giant sicilian beef meatballs, parmesan & wafu tomato sauce


Indian red curry cod with eggplant, carrot,red rice & homemade yogurt sauce


Antoine-ego galettes with chicken ham, mozzarella cheese, mushroom caviar & truffle oil


Southern boneless friend chicken with crushed patatoes, sauteed spinach,spicy mayo & gravy


 Dessets
Carrot Cake with salted caramel sauce

Nutella Mousse Cake

Marie-Lou Crepe 

Sebelum pulang, mari kita foto bersamaaaa....... :))
Foto : Openrice

Sunday, November 15, 2015

Jajan JAJANGMYEON di Mujigae Resto

Jeng Yuli ngajakin jajan di Mujigae! Mujigae Bimbimbab and Casual Korean Food mengadakan event “Mujigae Black Day”. Buat yang merasa jomblo , bisa dapet Jajangmyeon gratisan pada hari Sabtu 14 November 2015 yang dinyatakan sebagai “Mujigae Black Day”. Emang tanggal ini ada apa sih di Korea? Atau ini perayaan yang diadakan khusus oleh resto ini? Entahlah...Syarat mendapatkan “jajanan” ini adalah mengenakan busana serba hitam. Eeeh syeet dah, saya ngebayanginnya bakalan tengsin berantri ria di depan resto ini dengan dresscode gini. Jomblo berharap gratisan banget kesannya! Hadeuuuh, kesannya nggak ada kemampuan lahir bathin banget yak :p Apalagi saya juga nggak merasa jomblo tulen, sekedar korban LDR aja sih...hihihi...


Demi memuaskan hasrat temen maka saya bela-belain deh pakai jilbab dan kaos hitam, sambil menahan malu antri jajanan gratis dengan status jomblo *Halaaah, jomblo-nya sih mulia tapi ngarep gratisannya itu loh!*. Tapi ambil positif-nya aja deh, khan ini merupakan penambah kekayaan pengalaman kuliner saya :D Lagipula lokasinya toh di Mal Kelapa Gading yang nyaris setiap hari kami berdua berseliweran disana. Petugas yang jaga di depan hanya 1 orang, cewek mengenakan dress khas Korea. Kasihan sih...Mboq ya kalau bikin event gini petugas depannya jangan dibiarkan “jomblo” gituh. Karena ternyata banyak juga jomblo ceria dan gaul yang antri mengenakan busana hitam.

Akhirnya saya dan Jeng Yuli mendapat tempat duduk untuk 2 orang, dipersilakan memesan melalui gadget yang ada di atas meja. Ini kesekian kalinya saya dan Jeng Yuli ke resto Korea ini. Saya pertama kali ke resto ini bersama belasan lansia yang sebenarnya lebih berpotensial pasarnya...hahaha...*Termasuk #MujiGeneration gak tuh, mengingat KTP beliau2 ini masa berlakunya seumur hidup tp seneng banget makan di Mujigae Resto. Lah Jeng Yuli yang ngajakin malah “galau” mau memesan makanan. Justru saya yang mantap memilih “Jajangmyeon” bagi “jomblo” yang berfoto dengan baju hitam di resto tersebut, kemudian posting fotonya di Instagram dengan hastag #mujigaeresto #mujigaeblackday yang print fotonya diberikan ke kasir sebagai pembayaran. Waduuuh, ntar tuh foto dipajang sebagai jomblo demen gratisan deh...*hancur harga diri!Eh, lebih hancur lebur lagi sih kalau pasangan yang nguber gratisan dengan celamitan yak!? (Maaf...maaf...bukan berarti saya nggak bersyukur nih...tapi jadilah mental yang kaya. Nggak usah ngarep2 gratisan, tetapi kalau ada yang ngasih terimalah dengan rasa syukur serta doa kebaikan untuk pemberinya :) 


Alhamdulillah malam itu saya menikmati menu baru bernama Jajangmyeon yang kalau dibanderol sebowl-nya Rp 34.546,- (belum tax). Saya suka dengan makanan ini, walaupun diminta bayaran saya-pun menyukai menu ini. Hikmah dikasih gratisan nih, saya jadi ngerti dan punya alternatif menu jika saya ke Mujigae resto. Kalau bayar sendiri saya pasti memilih menu Bulgogi yang saya makan pertama kali dibuat oleh chef Korea asli dari salah satu resto Korea di Queen Street Auckland NZ. Pengalaman saya makan di Mujigae, rasa Bulgogi-nya juga saya sukai.
Jajangmyeon ini adalah mie dan beef hitam. Rasa masakan beef-nya tuh seperti dibumbui lada hitam dan kecap manis. Beef lada hitam yang tidak pedas, cenderung manis dan lezat. Daging sapi-nya juga empuk asooy! Lembut...beneran saya suka banget! Saya yang banyak mengurangi daging merah kali ini gak nolak deh kalau harus menghabiskan banyak daging di Jajangmyeon-nya Mujigae ini. Katanya sih biasanya nih daging biasanya pork, bersyukur dong Mujigae menggantinya dengan beef..berarti khan saya bisa menikmati. Berdoa dalam hati semoga beef-nya juga masuk kategori 100 % halal. Ternyata Jajangmyeon ini hitamnya berasal dari saos kedelai hitam (Ya berarti kecap kali yak?!)
So dengan menu gratisan bagi jomblo di Mujigae Black Day ini maka saya sih akan memesan menu ini nexttime, untuk menyelingi beberapa menu di sini yang memang saya suka. Minumnya malam itu saya di-input pesankan oleh petugasnya Ice Sweet Jasmine Green Tea...haduuuh,padahal saya mau yang tawar loh. Gak apa-lah, manisnya pas juga kok, malah nambah seger! :)

Wednesday, November 11, 2015

Keceriaan Food Bloggers di LUC Bar and Grill



Informasi tentang kompetisi Open Snap bersama Indonesian Food Blogger sudah saya dapatkan beberapa waktu lalu. Sayangnya saya tidak sempat berpartisipasi. Nggak ada reminder juga sih...hihihi...
Saya sudah mengenal Openrice sejak tahun 2010 (Baca DISINI). Beberapa kali di undang dalam beberapa event-nya, baik sebagai Openricer yang biasa mereview tempat/makanan maupun khusus untuk Food Blogger, seperti yang diselenggarakan di Taryo Pluit beberapa tahun lalu. Sekarang Openrice memiliki aplikasi social dining guide, dimana Openricer atau public dapat melakukan rate dan memotret makanan. Bahkan sekarang tidak hanya makanan di resto atau cafe, makanan rumahan atau selfie-pun bisa kita posting di OpenSnap. Bagi saya praktis banget untuk nge-record tempat makan mana yang pernah “foodies” singgahi jika tidak memiliki waktu banyak untuk me-review. So far foto yang saya posting pertanggal 11/11/2015 baru 261 foto dan 85 tempat makan.

Informasi “Indonesian Food Blogger bekerjasama dengan Snap and Share Food Bloggers Gathering” justru saya lihat di timeline FB. Saya langsung mendaftar dan beberapa hari kemudian di sms dan email konfirmasi bahwa saya diundang di acara ini.
Sabtu, 07/11/2015 saya hadir ke LUC Bar & Grill. Disana sudah banyak yang datang, tidak hanya spesialis “Food Bloggers”, beberapa diantaranya wajah tak asing sebagai “Blogger Gado-Gado”. Bukan, mereka bukan Food Bloggers yang menulis review atau tempat makan spesialis gado-gado seperi Gado Gado Boplo yang bumbu kacangnya cihuy punya, Gado Gado Cikini yang legendaris dari zaman kakek saya, Gado Gado Hajah Aminah yang bisa pergi haji dari penjualan gado-gadonya atau Gado Gado Laa Yau yang ngejamin 100% non-pork untuk gado gado buatannya (Percayalah bahwa 2 tukang gado-gado yang saya sebutkan adalah fiktif belaka. Jika ada persamaan...ya emang kebetulan aja sih..hihihi). Back to “Blogger Gado Gado”, maksudnya mereka posting di blog-nya dengan berbagai topik, bukan hanya tentang makanan. Memang syarat kompetisi yang diadakan (kalau gak salah) minimal posting 10 artikel yang berkaitan dengan makanan deh. Bener gak sih? Saya nggak inget syaratnya. Mau ikut kompetisinya aja nggak ada yang ngingetin...Sedih yah? Untung sih banyak  yang kalau mau makan selalu ngingetin dan ngajak saya. Alhamdulillah...

Setelah registrasi ulang, saya di beri menu pilihan. Siang itu saya-pun memilih :
Main Course : Fettuccine Salmon Gamberi – Harga @ Rp 95.000 (Alternatif : Risotto Sausage dan Mac Cheese Original)
Dessert : Pannacota – Harga @ Rp 59.000 (Alternatif : Apple Strudel dan Gelato Ice Cream)
Mocktail : Splash Dream – Harga @ Rp 39.000 (Alternatif : Green Eyes)
Dasar udah lama nggak berkutat di dunia minuman, saya sempat khawatir waktu memilih mocktail. Ini pikiran kenapa ketuker dengan cocktail yak? Padahal sudah jelas konon mocktail diciptakan untuk kita yang tidak diperkenankan atau tidak menyukai alkohol. Yang beralkohol itu cocktail, dan mocktail dibuat dari buah-buahan yang dicampur soda. Splash Dream yang saya nikmati siang itu terdiri dari mix jeruk, leci,semangka, markisa dan apalagi ya? Efek soda-nya diperkuat dengan potongan jeruk nipis sehingga “kriyuk kriyuk nyes” gitu deh di mulut.
Fettucine Salmon Gamberi-nya saya suka beneran nih. Entah emang enak atau emang karena udah 2 mingguan ini saya lagi pengen banget makan pasta yang disiram cream cheese ya? Apalagi salmon-nya matang hingga berasa seperti serpihan udang rebus, ditambah lagi dengan roti garlic-nya...hhhmm yamih dah! Namun Mbak Yuli, blogger semeja saya tidak sanggung menghabiskan menu itu. Kita berempat di satu meja kenapa juga pilih menu yang sama deh?
Pannacota. Pudding vanila yang disiram dengan saus strawberry. Sukak!
Sedangkan menu terakhir yang saya coba adalah Bistecca Con Salsa Funghi.Untuk smashed patato-nya saya suka, tetapi untuk daging bistiknya kok saya kurang cocok ya? Barangkali memang karena saya mengurangi makan daging merah sekarang. Tetapi nggak alot dagingnya, mudah dipotong-potong. Makanan ini yang digunakan untuk di foto dan dilomba-kan. Awalnya group kami berlima udah antusias ikutan lombanya, tetapi detik-detik terakhir kok malah pada ngasal aja postingnya...hahaha...Oh ya group #KenyangPuol anggotanya saya, Mbak Yuli dan Mami Icha  (2 Bloggers ini sering menghadiri event yang juga saya hadiri), Seneng dari Semarang dan Ririe.

Bersama dan Pemenang (Pic : Indonesian Food Blogger)

Setelah pengumuman pemenang aneka kompetisi dan doorprize, kami berfoto bersama. Dapat goodiebag berisikan t-shirt dan gantungan name tag yang kemudian saya hibahkan ke Dion yang menjemput saya. T shirt OpenSnap yang bulan lalu dapat dari acara di Convivium belum sempat saya gunakan, biar nambah berkah saya kasih saja-lah ke orang supaya lebih bermanfaat juga.

Aaaaih, keasyikan hore-hore bersama saya jadi nggak ingat untuk memotret atmosfir dan desain interior resto-nya deh :D

Tuesday, November 3, 2015

Metsky Dine & Lounge, Menikmati Atmosfer Kota Bekasi Dari Hotel Horison

Seringkali saya mendapat kesempatan menginap di Hotel Horison Bekasi. Tetapi sejak masa pengembangan hotel ini saya baru berkesempatan menginap pada 29 - 30 Oktober 2015. 
Berulangkali menginap di Hotel Horison Bekasi, masih belum juga saya menuliskan reportase atau review-nya. Baru sekilas saya tuliskan di 'Semalam di Hotel Horison Bekasi' . Ternyata dinner dan breakfast yang kami dapatkan di kala menginap kemarin di Metsky Dine & Lounge, restaurant yang baru dibuka bersamaan dengan pengembangan hotel-nya. Terletak di lantai 10 sehingga para tamu dapat menikmati view kota Bekasi di ketinggian. Bahkan boleh dikatakan tempat ini menjadi tempat hangout paling prestisius di Bekasi. Secara berkala (setiap bulan) resto mengangkat thema tertentu sepanjang tahun.


Saya menempati kamar 1612, di lantai tertinggi hotel yang merupakan 'West Building' alias gedung hotel baru, Tiba di hotel sudah lebih dari pukul 7 malam. Biasanya saya langsung menuju kamar melalui lift tanpa keycard, tetapi karena sekarang kami mendapat kamar di gedung baru alias 'West Building' maka saya terlebih dahulu ke lantai 6 kemudian minta tolong ke Bang Security untuk mengakses lift yang saya naiki agar bisa menuju lantai 16. Ambil keycard di kamar 1611, dan berhubung kakak-kakak saya sudah dinner , maka setelah meletakkan barang bawaan di kamar , saya langsung menuju lantai 10 untuk dinner di Metsky Dine & Lounge.


Tak langsung mengambil makanan, saya mengamati kondisi resto dan makanannya. Membandingkan dengan resto di gedung sebelumnya yang biasa kami dinner atau breakfast saat menginap di hotel ini. Selain dinner dan breakfast saya beserta keluarga beberapa kali sahur di resto hotel. Ramadhan tahun lalu, sekitar 3 - 4 hari menjelang lebaran saya juga mengajak Dion dan mama-nya menginap dan sahur di hotel ini. Saat itu kami masing-masing mendapat kamar suites loh...yaaa walaupun bangunan lama...hehe...
Sudah tak banyak pengunjung yang ada di resto karena waktu telah menunjukkan lebih jam 8 malam. Dengan leluasa saya mengambil makanan prasmanan dan memilih meja tempat makan, saya pilih yang tempat duduknya sofa panjang agar dapat leyeh-leyeh santai menikmati me time di malam Jum'at. WiFi-nya tanpa password, tetapi tidak terlalu stabil. Menjelang pukul 10 malam sepertinya terdengar live music dari outdoor area. Saya meninggalkan resto menuju kamar hotel dengan perut yang Alhamdulillah kenyang. Setelah saya pikir-pikir kok menu yang saya ambil lebih mirip menu breakfast yach? hahaha....untung deh makan sendirian, jadi nggak ada yang perhati'in. Kakak saya menanyakan apakah saya bertemu dengan Fajar dan istrinya di resto, karena mereka berdua datang ke hotel tak lama setelah saya datang. Waaah, perasaan nggak lihat mereka berdua deh. Tetapi yach gitu, dalam satu ruangan saya sering nggak ketemu dengan orang yang saya kenal. Saya juga gitu sih kalau udah asyik, suka gak peduli dengan orang di sekeliling saya.

Breakfast, 30 October 2015


Keesokan paginya saya ke resto bersama kakak pertama dan ke-5. Beuh, tunggu-tungguan deh! Itu-lah kenapa saya lebih asyik kalau sendirian, nggak pakek tunggu-tungguan yang menyita waktu. Apalagi jam 10 saya ada tugas di daerah Roxy.
Suguhan Jamu Indonesia dan Sushi Jepang (Plus Miso Soup) tersedia seperti yang terhidang di resto lama. Tetapi kali ini tampilannya lebih modern. Self service saya mengambil botol di wadah di sepeda, niatnya minum Kunyit dan Beras Kencur, tetapi begitu saya minum di meja makan...huuuaaa, sepertinya yang tertuang di gelas saya adalah jamu Sambiloto yang pahitnya bikin lidah melelet ala suku Maori. Bukan anti minum jamu pahit sih, tetapi sebaiknya semua tamu - please deh ah- setelah mengambil sesuatu mboq ya di kembalikan ke tempat semula. Disiplin!
Menu Sushi walaupun jenisnya terbatas (Hanya Gunkan) namun sudah cukup menghibur indra rasa bagi penggemar cemilan Jepang ini. Syukuri aja deh,Kakaaaak :))
Breakfast kali ini saya juga menikmati Soto Padang yang bumbunya lebih "light" dibandingkan di resto-resto Padang terkenal di Indonesia. Iya-lah, itu udah pas kok karena pagi-pagi perut jangan terlampau di gempur oleh bumbu-bumbu yang berat!
Di penghujung breakfast saya meracik beberapa jenis yoghurt di susun di gelas bersama buah pepaya dan nanas...ah sayangnya nggak tersedia Chia Seed sih. Jadilah "Parfait ala Anna" menjadi makanan penutup saya pagi itu.
Eeeeh, breakfast kali ini kok saya nggak ketemu Fajar dan istrinya lagi yach? Padahal tuh kakak pertama dan ke-5 yang duduk semeja dengan saya ketemu dengan mereka. Aaaah mungkin saya terlalu fokus dengan hidangan yang ada. Seperti waktu breakfast di Bidakara Hotel...saya juga nggak ketemu Lia.

Okay deh, see you di lain resto yaaa... :)


Regards,

Anna R Nawaning S
balqis57@yahoo.co.nz
Instagram : @balqis57

Friday, September 11, 2015

Berwisata Boga Nusantara di Signatures Kempinski Hotel : Java

Hotel Indonesia, bukanlah hotel yang asing di keluarga saya, karena sejak saya bayi ayah seringkali mengajak saya ke sana. Bahkan saya bayi jika berfoto di studio foto akan di pilihkan wallpaper bergambar bunderan HI dengan gedung HI-nya yang khas menjadi latar foto. Seringkali saya menghadiri kondangan di Bali Ballroom, mengikuti lomba modelling, hadir dalam berbagai acara di hotel bersejarah yang terletak di jantung ibukota Republik Indonesia tercinta.


Hotel yang kini management-nya dipegang oleh Kempinski ini memiliki event khusus di restaurant utama-nya, Signatures Restaurant. Top of Mind saya akan menyebutkan “Bubur Ayam HI” jika ada yang menanyakan mengenai persepsi mengenai Hotel Indonesia. Yap, Bubur Ayam HI merupakan bubur ayam yang melegenda. Seingat saya, saya mencoba pertama kali saat duduk di bangku SMP. Memperingati 70 tahun kemerdekaan Indonesia, Signature Restaurant menyajikan menu khusus, dengan tajuk “5 Islands in 5 Weeks” . 5 Pulau dalam 5 Minggu, walaupun dalam kenyataannya tersaji masakan dari 7 pulau, yakni : Sumatera, Jawa, Bali (+ Lombok), Kalimantan dan Sulawesi (+ Maluku).
Wisata Boga Nusantara berlangsung di 3 Pulau. 2 kunjungan diajak oleh teman, 1 kunjungan saya mendaftar dan mengajak keponakan untuk menikmati kelezatan masakan dari pulau Sulawesi dan Maluku.


5 Islands in 5 Weeks : Java
Saya berkunjung ke Signatures Restaurant Hotel Kempinski tepat perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-70, 17 Agustus 2015. Kesannya seakan makan siang di temani oleh Sang Proklamator. Bukan ke-ge er-an, karena memang di tempat makan bersejarah ini kita terpaku oleh suasana Indonesia modern namun tetap berciri khas Indonesia yang tidak meningkalkan sejarahnya. Foto besar di dinding restaurant bergambarkan tokoh-tokoh berpengaruh dalam sejarah dunia, yakni Proklamator RI Bapak Soekarno, eks Presiden USA  Mr.John F.Kennedy dan artis legendaris Miss Marilyn Monroe. Bagi saya pribadi adalah kebanggaan khusus karena mereka bertiga memiliki zodiac yang sama dengan saya, Gemini!

Berbagai foto bersejarah terpampang di dinding Signatures
Saya datang sudah jam 13-an, dan terlebih dahulu pandangan mata menyusuri ruangan dan bangunan yang ada. Sudah sangat berbeda dengan saat saya makan di restaurant ini tentunya.Sedangkan beberapa bagian bangunan hotel tetap dipertahankan bentuknya seperti dahulu. Terakhir saya makan di Hotel Kempinski tahun lalu, itu-pun di ballroom-nya. Barangkali catering-nya berasal dari kitchen yang sama tetapi dalah rangka ‘5 Island in 5 Weeks’ ini Signatures mengundang chef istimewa untuk menyuguhkan masakan-masakan khas daerah Indonesia.
Berhubung saya datang waktu telah menunjukkan hampir pukul 2 dan kondisi ramai, maka banyak makanan yang tersaji sudah tinggal seperempatnya. Selain itu saya juga sudah bertekad untuk melahap “Bubur Ayam HI Legendaris” terlebih dahulu sebelum menyantap hidangan lainnya. Belasan tahun nggak makan bubur ayam legendaris ini euy! Boleh dikatakan bubur ayam disini merupakan “signature” dari Hotel Indonesia, hingga sekarang menjadi nama Hotel Kempinski. Yang jelas bubur ayam disini kebersihannya sangat terjaga dibanding di tempat lain. So jangan pernah sok ngebandingin bubur ayam disini dengan bubur ayam kampung lainnya ya. Disini awal bubur ayam khas Indonesia masuk ke hotel berbintang. Kalau saya amati, salah satu ke-khasan bubur ayam HI adalah terdapat abon sapi sebagai topping-nya. Nah, yang saya ingat dahulu kakak sepupu yang mengasuh saya dan juga ibu saya jika memberikan saya bubur ayam selalu menaburkan abon sapi sebagai topping utama. Barangkali ide ini berasal dari bubur ayam HI. Barangkali loh ya, kalau mau konfirmasi silakan tanyakan ke Bapak Bondan Winarno deh yang petualangan kuliner-nya dari hotel berbintang 5 sampai pelosok desa...hehehe...

Proporsi menu yang disajikan dalam event kali ini adalah 40% menu pulau yang menjadi thema utama perminggunya dan 60% menu variasi dari daerah Indonesia lainnya, western maupun Japanese Food. Boleh dinyatakan bahwa menu di Signatures Restaurant Kempinski Hotel merupakan menu paling variatif dan lengkap penyajiannya di hotel berbintang. Oleh karenanya saya tetap menyantap menu diluar thema event, diantaranya makanan yang terdapat di Bar Seafood yang terlihat fresh, dan begitu di makan juga terasa fresh dengan irisan lemon serta di letakkan diatas tumpukan es batu. Yummy....Mak nyuus beneran, walaupun sebenarnya bumbu kepitingnya “plain”.
Berhubung pulau Jawa adalah pulau yang saya diami dan penduduk atau suku Jawa merupakan salah satu suku terbesar di dunia, maka soal makanannya juga sudah tidak asing bagi kita. Menu yang tersedia pada saat pekan Jawa “5 Islands in 5 Weeks’ diantaranya adalah : Ikan Acar Kuning (Fish Yellow Pickled Sauce), Orek Tempe (Stir Fried Soybean Cake with Brown Sugar & Tamarind), Sambal Goreng Ati (Patato and Beef Liver Tossed with Chili Sambal), Soto Ayam Madura (Chicken Soup in Turmeric Broth with Vegetables), Gulai Nangka (Jack fruit Curry), Semur Daging (Indonesian Beef Stew), Opor Ayam (Braised Chicken with Coconut Milk), dan berbagai menu lainnya – seperti Nasi Goreng Gila yang di keterangannya benar-benar diterjemahkan menjadi ‘Crazy Fried Rice’....hahaha.Entahlah kenapa Nasi Goreng Gila ini benar-benar di terjemahkan secara 'telak', sedangkan yang lainnya dijelaskan ‘mini resep’-nya. Sambal Goreng Ati tidak diterjemahkan menjadi Fried Liver Chilli!

~ Bersambung ~

Thursday, April 23, 2015

Menikmati Menu Timur Tengah di Sentral Al Jazeerah

Sebenarnya aktifitas menemani Ibu arisan sudah di ambil alih oleh kakak, tetapi begitu membaca sms bahwa arisan yang bertepatan dengan hari Kartini diadakan di Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe maka kali ini saya kembali menemani. Belum pernah ke restaurant ini biarpun sering melintas di depannya.
Restaurant ini masih relatif baru, belum ada 2 tahun. Bahkan sepertinya masih beberapa bulan deh. Saat saya tanyakan kepada salah satu waitress-nya restaurant yang berlokasi di Jln.Pramuka Raya ini sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun. 


Sampai di lokasi sebelum pukul 11, Ibu Sampurno dan beberapa ibu lainnya sudah tiba. Belum ada pengunjung di meja lainnya. Ibu Alatas yang keturunan Arab nampak memilihkan menu-menu yang ada. Ya iyalaaah, beliau yang ngerti gimana makanan-makanan tersebut. Pagi sebelum berangkat saya sempat menanyakan ke My Lovely menu apa kira-kira yang cocok buat saya, secara makanan Arab kesannya pasti kambing aja deh tuh. My Lovely di negeri seberang mengatakan bahwa pilih aja yang Dujaj, karena Dujaj itu ayam. Sedangkan kambing adalah Laham. Alhamdulillah itu ibu-ibu yang berusia 60-an sampai 70 tahunan pada “takut” makan kambing, jadi Ibu Alatas memilihkan menu Dujaj semua...Selamaaat deh saya ;D
Menu yang akhirnya terhidang di meja saya, antara lain : Hummos (Rp 50,000), Sambosak – dimenu tertulis Laham, tapi rasanya sih Dujaj, barangkali special request ya. Kemudian Shrimp Coctail (Rp 120.000), Biryani Dujaj (Rp 87,000), Chicken Curry (Rp 63.000) dan beberapa menu lain. Untuk juice saya memesan Juice Alpukat seharga Rp 50,000.


Saya pribadi ternyata menyukai makanan yang terhidang di hadapan, lahap! Awalnya saya membayangkan makanan Timur Tengah yang berminyak dan beraroma kambing, ternyata perkiraan saya meleset! Saya justru menyukai-nya.
Harga memang terkesan di atas rata-rata, tetapi melihat interior yang menarik dan tidak kalah keren dengan resto di hotel berbintang maka oke-oke saja-lah. Pilihan tempatnya ada ruang : dining resto, cafe, private room, family room dan jalzah Arabi alias lesehan.
Waitress-nya mengenakan jilbab segiempat sederhana, bermake up dan bisa berbahasa Arab. Beuuh, lulusan pesantren sekarang bisa kerja di resto kelas hotel inih...hihihi. Mau shalat? Ada mushola yang adeeem....
Tetapi pesanannya membutuhkan waktu yang lumayan bikin manyun untuk kami menunggu. Barangkali hanya ini yang jadi kekurangan yang"prinsip" :D