Saturday, March 30, 2013

Kopi Oey Rawamangun : Ayam Kuah Asam #4thKopiOey [CLOSED]

Tampak Depan Kopi Oey Rawamangun

Kopi Oey adalah outlet ngopi atau makan ala tempo doeloe milik Bapak Bondan Winarno. Awalnya dibuka oulet di Jln.H.Agus Salim (Sabang) Jakarta Pusat. Hingga sekarang membuka cabang di banyak tempat serta tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satu outlet-nya berada di Rawamangun – Jakarta Timur.
Tanggal 27 Maret 2013 dalam rangka ulang tahunnya yang ke-4 PT.Koptiam Oey Indonesia mengadakan ajang kompetisi “Kreasi Menu Oey 2013”. Masing-masing outlet berkompetisi membuat menu baru. Dipilihlah masing-masing 5 Juri yang menilai menu tersebut. Bersyukur, saya terpilih menjadi Juri di outlet Rawamangun (Yang baru -/+ 1 bulan beroperasi) karena lokasi outlet yang dekat dengan domisili saya.


Inilah penilaian saya sebagai salah satu “PENDEKAR KULINER INDONESIA 2013”

Nama Menu Outlet Kopi Tiam Rawamangun Jakarta Timur
AYAM KUAH ASAM


Kreatifitas Menu :
Nama menu yang disajikan oleh Kopi Oey Rawamangun Jakarta Timur dalam Pendekar Kuliner Indonesia adalah : Ayam Kuah Asam. Keharuman dan tampilan masakan ini mengingatkan saya pada menu Garang Asam Kuah (Bukan yang di-“tum” dengan daun pisang), yakni menu khas daerah Jawa Tengah.
Tampak awal begitu masakan disajikan oleh Waiter (Keponakan : Istilah yang diberi oleh Kopi Oey untuk para petugas) terlihat : Potongan ayam bagian paha atas, irisan cabe merah,irisan tomat hijau muda, dan potongan daun kemangi.Dengan hijau keemasan dan tidak terlalu bening....hhmmm, memaksa saya untuk mengira-ngira apakah dimasak dengan menggunakan santan kelapa atau tidak :D Yang tidak terlihat adalah kentang yang dipotong berbentuk kotak-kotak kecil. Baru terlihat jika kita aduk dan mengangkatnya dengan sendok.
Yang pasti menu ini pada umumnya dimakan menjadi lauk pauk, bukan menu kudapan. Secara umum sih menu terlihat biasa, namun di era fastfood yang sudah bertaburan di kaki lima, menu ini termasuk cukup unik. Sudah amat jarang rumah makan atau resto menyajikan menu seperti ini.
Oh ya, syarat untuk menilai dan mengapreasi menu makanan dan minuman adalah dalam kondisi sehat (fit) agar tidak mempengaruhi penciuman aroma dan rasa. Oleh karena-nya saya menganjurkan untuk Tamoe yang memang berniat mencoba dan mengapresiasi makanan adalah dalam kondisi fit....ya supaya nggak protes,”Laaah, ini kok aroma-nya aneh sih?” atau “Loh, ini agak pahit ya?”. Itu bukan “salah” makanan-nya, Bro...itu karena kondisi kesehatan yang berpengaruh terhadap apa yang kita nikmati. Selezat apapun makanan kalau kondisi kesehatan lagi nggak fit, tetap aja jadi mempengaruhi. Oleh karenanya saya tidak mengatakan bahwa menu Ayam Kuah Asam ini cocok untuk yang sedang mengalami kondisi kesehatan yang sedang “ini” atau sedang “itu”....
Nah, kalau kondisi cuaca baru deh bisa direkomendasikan, misalnya : Ayam Kuah Asam ini asyiknya untuk kondisi cuaca yang dingin atau hujan, disaat makan siang. Tetapi kalau kita menikmatinya di saat malam hari...ya silakan saja karena tidak mempengaruhi rasa selama kondisi kesehatan baik.
Cabai merah dan tomat hijau yang terdapat di Ayam Kuah Asam ini baik untuk asupan vitamin pada tubuh kita. Karena santannya tidak sepekat Garang Asam, maka mudah-mudahan relatif aman dimakan untuk makan malam. Kalau dikurangi atau tanpa nasi juga oke banget, seperti makan soto saja tuh. Bahkan lebih segar, lagipula di menu Ayam Kuah Asam sudah terdapat kentang, jadi dengan berkurangnya nasi putih tetap saja baik bagi tubuh kita.
Scala Penilaian Indikator 1  : 7.5 dari 10


Waktu dan Cara Penyajian Menu :
Beberapa kali saya datang ke beberapa outlet Kopi Oey, dan biasanya waktu yang diperlukan untuk menyajikan menu lebih dari 15 menit – bahkan pernah di cabang Jakarta Selatan kami “dipaksa” kehausan, padahal saat itu kami sedang berbuka puasa bersama! Nah, tetapi di Kopi Oey Rawamangun saya hanya memerlukan waktu 3 menit untuk mendapatkan Ice Lemon Tea sebagai minuman! Apa karena selama ini saya datang ke Kopi Oey (cabang lain) secara berombongan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama?
Bahkan menu Ayam Kuah Asam bersama nasi-nya disajikan tidak sampai 10 menit menunggu. Kondisi-nya juga masih hangat mengepul, segar disajikan di sore itu. Terbayang deh, menu ini dapat menjadi menu unggulan di hari yang “basah”. Jadi menurut saya pribadi yang lebih menarik justru aroma pada indra penciuman dan rasa dibandingkan tampilan indra penglihatan, namun alangkah lebih baik lagi air kuahnya ditambah agar garnish dan ayam-nya tidak terkesan “tenggelam” dalam kehimpitan. Ditambah bawang goreng seru kali yaaa?hahaha...ini selera saya pribadi loh :)
Scala Penilaian Indikator 2 : 8 dari 10

Cara Pelayanan :
Sikap Waiter/Waitress (Di Kopi Oey disebutnya : Keponakan) terkesan wajar alias tidak banyak omongan dalam melayani saya sebagai Juri ‘Kreasi Menu Oey 2013’ atau Pendekar Kuliner Indonesia. Saya memang lebih nyaman jika di sutu resto/rumah makan/cafe para Waiter/Waitress-nya bersikap wajar. Khan sekarang banyak tuh tempat makan yang melayani pengunjungnya dengan keramahan bagai robot yang setiap kata dan sikapnya seakan sudah di-program oleh management F&B Industry...hehehe, sampai kalau udah kesal pengen ngomong,”Mbak/Mas, saya sudah hafal deh apa yang Mbak/Mas ingin jelaskan ke saya...” Hahaha...soalnya dari satu cabang ke cabang lain apa yang diomongin mereka sama persis, seperti orang yang menghafal!
Para Keponakan melayani dengan mengenakan seragam sportif kaos berwarna hitam. Good, kalau ada yang kotor tidak langsung terlihat. Tetapi barangkali lebih seru andai para Keponakan mengenakan seragam yang unik ala tempo dulu, yang simple saja kok atau ditambah assesoris barangkali.
Scala Penilaian Indicator 3 : 7.5 dari 10


Kondisi & Suasana Outlet :
[Lokasi] Kopi Oey Rawamangun menempati sebuah ruko di daerah yang ramai. Sangat strategis, banyak kendaraan umum (Dari Bajaj, Ojeg,Taksi,Angkot,Mikrolet,Metromini) lewat di depat outlet Kopi Oey Rawamangun, bahkan tidak seberapa jauh dari jalur  rute Transjakarta no.4 (Pulo Gadung/TU Gas – Dukuh Atas). Oh ya, beberapa kali admin social media mengatakan bahwa outlet Kopi Oey Rawamangun terletak di TEPAT di depan Tip Top Swalayan. Padahal letak Kopi Oey Rawamangun tidak tepat di depan/seberang Tip Top. Tepat di depan/seberang Tip Top banyak berderet tempat makan lainnya.Sedangkan Kopi Oey Rawamangun terletak di seberang ruko yang berada di Jln Balai Pustaka tersebut. Jika kita menyeberang dari Tip Top maka kita masih harus berjalan sekitar 100 meter lagi ke arah Jalan Pemuda atau Apotik Rini. Ya, Kopi Oey Rawamangun terletak sejajar dengan Apotik Rini, salah satu apotik yang legendaris juga di Jakarta.
[Ruangan Outlet] Kondisi ruko Kopi Oey Rawamangun termasuk mungil, terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah untuk Non Smoker yang terdiri dari ruangan 6 – 7 meja berkapasitas 4 orang. Di teras juga terdapat meja dan kursi bagi yang ingin menikmati suasana non-AC. Sedangkan lantai atas digunakan untuk Smoker.
Kebersihan relatif terjaga bersih, karena jika terlihat peralatan makan yang menumpuk maka para Keponakan dengan cekatan mengangkat peralatan makan yang sudah digunakan. Yang jelas kebersihan masih terjaga dikarenakan oulet Kopi Oey Rawamangun masih termasuk baru. Baru sebulanan beroperasi-nya. Sayangnya ketika saya berkunjung sedang ada pemasangan (service) TV yang ada di outlet sehingga sempat menimbulkan suara yang mengganggu suasana (Jedak...jeduk...duk...duk...dok).
Bentuk ruangan sih seperti biasa, layaknya ruko namun lukisan, kasir dan beberapa interior menampakkan kesan tempo dulu. Apalagi yang menjadi backsound selama di dalam ruangan adalah lagu-lagu keroncong tempo doeloe, misalnya : Bengawan Solo...yang memang versi tempo doeloe.
[Service Keponakan ke Tamoe dan Kasir] Ketika pertama kali saya berkunjung ke Kopi Oey Rawamangun (Baru seminggu beroperasi) para Tamoe memesan makanan di kasir dan langsung membayar pesanan tersebut. Ketika disodorkan angket oleh Keponakan yang ada disana, saya menuliskan sikap “protes” saya karena kalau memesan dan membayar pesanan secara langsung di kasir kok ya saya berasa makan di tempat makan fastfood/junkfood ala Amerika gitu. Nah, ternyata tanggal 27 Maret 2013 saya melihat Keponakan langsung mengantar daftar menu dan mencatat menu yang ingin dipesan oleh para Tamoe. Seperti di outlet Kopi Oey lainnya-lah, walaupun di desk Kasir saya masih melihat tulisan “Pesan dan Bayar Disini”
[Warta Koffie] adalah koran yang diterbitkan oleh PT Kopitiam Oey Indonesia, terdapat di setiap meja. Di media ini terdapat voucher dan informasi promosi Kopi Oey di beberapa outlet.
Scala Penilaian Indicator 4 : 8 dari 10 


Kesimpulan :
Kritik dan Saran  :
·         Untuk menu Ayam Kuah Asam : Apabila menu ditawarkan kepada Tamoe yang ingin memesan, alangkah lebih baiknya jika Keponakan menanyakan kepada Tamoe bagian ayam mana yang diinginkan oleh Tamoe (Dada/Ayam/Sayap atau bahkan Ceker) karena tidak semua Tamoe menyukai semua bagian ayam.
·         Kalau banyak Tamoe sebaiknya ada Keponakan yang berada di ruangan outlet yang memudahkan Tamoe untuk memanggil jika memerlukan/bertanya sesuatu . So para Keponakan jangan pada bergerombol di dalam dapoer. Saya pernah loh, masuk ke ruangan Kopi Oey dengan gaya celingak-celinguk nggak ngerti Keponakan pada dimana, sehingga saya dan saudara saya nyaris teriak,”Permiiiisssiiii....Puuunttteeeen.....Assalamu’alaikum....”. Ya karena outlet cabang Kopi Oey-nya mirip rumah tempo doeloe juga, jadi benar-benar berasa bertamu deh.
·         Walaupun tidak berharap pelayanan yang istimewa bak raja, sebaiknya jika ada Tamoe yang sudah akan pergi dibukakan pintu-nya apabila ada Keponakan yang berada di dekat pintu masuk/keluar. Begitu pula jika ada Tamoe yang datang, selayaknya disambut dengan wajar agar tidak terulang pengalaman saya ala mertamu di rumah kosong...hehehe...
·         Yang jelas : Kebersihan harus selalu terjaga. Walaupun suasana tempo doeloe, tetapi harus terlihat ‘cling’ – bersih mengkilat baik ruangan maupun makanan dan peralatannya. Termasuk selalu di jaga kebersihan para Keponakan.

Kopi Oey RAWAMANGUN Jakarta Timur :
Jln.Balai Pustaka Raya 13 B
Rawamangun – Jakarta Timur

Wednesday, January 30, 2013

Ubud Bali : Warung Murni

Tampak Depan Warung Murni
Ubud. Yang tercetus diingatan saya jika mendengar kata Ubud adalah saat saya kecil saya diajak kesini oleh ayah saya, dan ibu saya yang memiliki "penglihatan lebih" mengalami peristiwa yang lain dari orang kebanyakan - oleh karenanya keluarga  meninggalkan saya yang masih bayi dirumah bersama saudara sepupu dan pengasuh pada wisata keluarga sebelumnya. Kesan kedua tentang Ubud, di tahun 2000an awal saya dan keponakan saya dikejar-kejar oleh monyet yang berada di tempat wisata Monkey Forest...hahaha...itu yang membuat keponakan saya (Sekar) trauma sampai sekarang. Padahal saat itu kami tidak membawa makanan atau hal lain yang menarik perhatian si monyet loh....
Saya tidak ingat berapa kali saya sudah berkunjung ke Ubud. Heee, saya khan pernah 2 tahun berdomisili di Kuta Bali, jadi beberapa kali menemani turis yang ingin berwisata ke Bali. Sayangnya dulu belum ada Foursquare yang baru saya sadari sangat membantu dalam pembuatan "travelogue". Kini, era isue kiamat terjadi 21 December 2012, yang terlintas di pikiran saya mendengar Ubud adalah : Buku dan Film Eat, Pray, Love dan Ubud Writer Festival dan Bali Yoga. 
Makin berkembang...seberkembang wisatawan-nya. Ubud yang dahulu tenang dan damai jika saya berkunjung kesini, pada tanggal 29 December 2012 sangat ramai. Jalanan yang tak lebar begitu padat sehingga macet begitu terasakan. Setelah dari Ubud Art Market dan Puri Ubud kami berniat makan siang. Kakak saya mengincar Murni's Warung yang pernah beliau kunjungi sebelumnya. Saya yang belum pernah berkunjung ke Murni's Warung mulai kasak kusuk penasaran. Apa sih kelebihan dari warung ini? Namanya warung? Kira-kira hiegenis gak tuh? Hihihi....
Terjawablah pertanyaan saya begitu mobil APV hitam yang dikendarai oleh Pak Agus (Driver yang asli Bali) terparkir di halaman resto bertuliskan "Warung Murni". Buat yang suka jalan-jalan, khususnya berwisata kuliner jangan sampai terjebak dengan kata "warung" bernama lokal deh! Saya yang "anti" di ajak ke warung di Jakarta akhirnya jatuh cinta dengan tempat makan yang eksotis ini :)
Nggak perlu menuliskan banyak kata, karena sengaja saya mengambil beberapa bagian warung ini dalam gambar. Selamat menikmati :)

Suasana Warung-nya Asyik Banget....



Souvenir Shop Menyambut Saat Memasuki Pintu Masuk



Naaah, ini makanan yang kami pesan. Warning nih untuk Muslim/Muslimah : Katakan bahwa bahan makanan yang halal dan peralatannya juga minta dipisah dari yang non-halal.Biasanya orang Bali toleransi dan pengertiannya tinggi mengenai ini, bahkan seringkali saya yang diingatkan oleh mereka dikarenakan kerudung yang saya gunakan...hehehe,tuh khan salah satu manfaat pakai kerudung ;)

Nasi Campur adalah unggulan masakan Bali, plus Sate Lilit tentunya :)
 Web Murni's Group : http://www.murnis.com/